Biji kopi berasal dari 2 jenis kopi yang umum digunakan yaitu dari jenis Arabika dan Robusta. Tanaman ini paling baik tumbuh di daerah yang dikenal sebagai Belt Bean
band atau di antara garis katulistiwa atau ada juga yang menyebutnya dengan Tropics of Capricorn and Cancer.
Sepuluh negara penghasil kopi teratas pada tahun 1997/1998 menurut Asosiasi Kopi Nasional Amerika Serikat adalah Brasil, Kolombia, Indonesia, Vietnam, Meksiko, Etiopia, India, Guatemala, Cote d'Vore dan Uganda.
Biji kopi biasanya dicampur bersama untuk menciptakan campuran kopi. Rasa yang berbeda dicampur bersama untuk menciptakan satu campuran biji kopi yang bagus dari asal yang berbeda. Rasa biji kopi sangat kompleks dan tergantung pada kondisi seperti wilayah, tanah, negara, ketinggian, curah hujan, sinar matahari, dan tentu saja cara pengolahan biji kopi sehingga sangat mempengaruhi rasa kopi itu sendiri.
Sebagian besar racikan biji kopi campuran yang berasal dari negara-negara seperti Brasil, Meksiko, Peru atau asal lain yang memiliki rasa tidak dominan. Biji kopi daerah ini agak netral tetapi masih berkontribusi pada rasa manisnya kopi itu sendiri.
Untuk menambah variasi, keasaman dan rasa sering digunakan biji kopi dari Kolombia, Kosta Rika, Guatemala dan Venezuela sebagai bahan campuran.
Campuran Biji kopi dari Ethiopian Harrar, Kenya, Yaman Mocha, Zimbabwe, dan Zambia menambah kompleksitas dan membuatnya menjadi cenderung lebih ringan.
Campuran biji kopi dari Asia Pasifik sering digunakan untuk menambahkan rasa yang lebih kaya dan lebih kompleks.
Biji kopi Kona berasal dari perkebunan ladang vulkanik yang subur di distrik Kona utara dan selatan di Hawaii. Siklus cuaca yang unik yaitu pagi yang cerah sampai siang cerah lalu sore hujan dan berawan lalu malam yang sejuk menciptakan kondisi pertumbuhan yang ideal untuk pohon kopi sehingga menghasilkan tingkat keasaman kopi yang berbeda dan dengan aroma yang sangat khas. Seperti perpaduan karakteristik mentega dengan sedikit kayu manis dan cengkeh
Sepuluh negara penghasil kopi teratas pada tahun 1997/1998 menurut Asosiasi Kopi Nasional Amerika Serikat adalah Brasil, Kolombia, Indonesia, Vietnam, Meksiko, Etiopia, India, Guatemala, Cote d'Vore dan Uganda.
Biji kopi biasanya dicampur bersama untuk menciptakan campuran kopi. Rasa yang berbeda dicampur bersama untuk menciptakan satu campuran biji kopi yang bagus dari asal yang berbeda. Rasa biji kopi sangat kompleks dan tergantung pada kondisi seperti wilayah, tanah, negara, ketinggian, curah hujan, sinar matahari, dan tentu saja cara pengolahan biji kopi sehingga sangat mempengaruhi rasa kopi itu sendiri.
Sebagian besar racikan biji kopi campuran yang berasal dari negara-negara seperti Brasil, Meksiko, Peru atau asal lain yang memiliki rasa tidak dominan. Biji kopi daerah ini agak netral tetapi masih berkontribusi pada rasa manisnya kopi itu sendiri.
Untuk menambah variasi, keasaman dan rasa sering digunakan biji kopi dari Kolombia, Kosta Rika, Guatemala dan Venezuela sebagai bahan campuran.
Campuran Biji kopi dari Ethiopian Harrar, Kenya, Yaman Mocha, Zimbabwe, dan Zambia menambah kompleksitas dan membuatnya menjadi cenderung lebih ringan.
Campuran biji kopi dari Asia Pasifik sering digunakan untuk menambahkan rasa yang lebih kaya dan lebih kompleks.
Biji kopi Kona berasal dari perkebunan ladang vulkanik yang subur di distrik Kona utara dan selatan di Hawaii. Siklus cuaca yang unik yaitu pagi yang cerah sampai siang cerah lalu sore hujan dan berawan lalu malam yang sejuk menciptakan kondisi pertumbuhan yang ideal untuk pohon kopi sehingga menghasilkan tingkat keasaman kopi yang berbeda dan dengan aroma yang sangat khas. Seperti perpaduan karakteristik mentega dengan sedikit kayu manis dan cengkeh

Komentar
Posting Komentar